Skip to content

Pressure Vessel

Pengertian Pressure Vessel

Pressure Vessel atau disebut bejana tekan (dlm bahasa Indonesia) merupakan wadah tertutup yang dirancang untuk menampung cairan atau gas pada temperatur yang berbeda dari temperatur  lingkungan. Bejana tekan digunakan untuk bermacam-macam  aplikasi di berbagai sektor industri seperti industri kimia (petrochemical plant), energi (power plant),  minyak dan gas (oil & gas), nuklir, makanan, bahkan sampai pada peralatan rumah tangga seperti boiler pemanas air atau pressure cooker.

…Selengkapnya

————————————————————————————————————————————————

Bagian-Bagian Pressure Vessel

Bejana tekan dapat dibagi dalam beberapa bagian:

1. Kulit (Shell) merupakan bagian yang menyelimuti seluruh bagian dari bejana tekan.

Kulit bejana tekan ini meliputi:

  • Kulit silinder (cylindrical shell)
  • Kulit bulat (spherical shell)

…Selengkapnya

————————————————————————————————————————————————

Dasar-Dasar Perhitungan Kekuatan

Dalam merancang sebuah bejana tekan, diperlukan perhitungan kekuatan terhadap beban-beban yang terjadi. Rancangan tersebut secara teknikal digunakan sebagai jaminan bahwa peralatan tersebut aman terhadap beban yang terjadi. Kalkulasi perhitungannya sendiri  ditentukan berdasarkan pada spek dari client dan beberapa acuan  lain seperti standard code ASME, API, TEMA, UBC, WRC, dll.

Dasar Perhitungan tersebut antara lain:

1. Kalkulasi Terhadap Tekanan Dalam (Internal Pressure)

2. Kalkulasi Terhadap Tekanan Luar (External Pressure)

3. Kalkulasi Column (Tall Tower)

4. Kalkulasi Penyangga

…Selengkapnya

————————————————————————————————————————————————

Kalkulasi Terhadap Internal Pressure

Pada dasarnya, bejana tekan ditentukan oleh ketebalan dindingnya. Pertama, hitung ketebalan dari tekanan design yang ditentukan oleh orang proses (process engineer). Dari hasil perhitungan yang didapatkan (t required), tentukan ketebalan aktual (t actual) yaitu ketebalan yang disediakan suplier material yang mendekati di atas ketebalan hasil perhitungan (t required) tentunya setelah ditambahkan faktor Corrosion Allowance. Dari ketebalan tersebut dihitung balik untuk mendapatkan MAWP.

…Selengkapnya

————————————————————————————————————————————————

One Comment

Trackbacks

  1. Pengenalan Tangki a.k.a Tank | Piping and Static Equipment

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: